3/28/2014

Harmein Pane

Kini...
karena banyak hal, kita harus berpisah...
Keluarga, sikapmu yang mendua...ahh...
Lukaku, lukamu menyatu mengiringi tangisan air mata
bagaimana bisa aku merelakan pergimu, saat kutahu cintaku satu-satunya adalah kamu.?
bagaimana bisa aku tersenyum hadapi nyata dunia kau bukan lagi milikku?
aku bukan lagi bagian dari masa depanmu?
huft...

Entah kapan dan bagaimana aku bisa tetap kuat dan tegar melihatmu bahagia dengan orang lain...
Harmein Pane...
Aku akan tetap menyayangimu, hingga kapanpun...
Semoga Tuhan pertemukan aku dengan orang yang tepat agar aku bisa relakan kau bahagia, tanpa aku lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar