12/12/2012

Kisah Kita

Dear Abi, 
Aku mengenalmu lewat manga, kau seorang yang memiliki kreativitas tinggi dan menuangkan kemampuanmu dalam sebuah wadah yang dapat menghibur banyak orang. aku mengagumimu. Mengagumi semangatmu. Mengagumi kemandirianmu. Mengagumi inisiatifmu..
Entah sejak kapan kita menjadi dekat..
Karena status pernikahanku, kau selalu panggil aku kakak.

Taukah kau, kau selalu ada saat itu..selalu memberikan perhatianmu dengan komentar-komentarmu di kronologi ku. dan aku memang menyayangimu.
Selama enam tahun perkawinanku, aku memang kehilangan keluargaku. aku menjauh dari adik-adikku. menjauh dari orang tuaku. hadirmu bagiku bagai menemukan adik-adik yang telah kupaksakan menghilang dari hidupku, demi menjaga hati suamiku (saat itu)

Setelah dua tahun kita sering menjalin komunikasi via jejaring sosial, aku mendapati kabar kau sakit. kuliahmu terhenti. kau patah hati.
Entah apa yang membuatku sangat memperhatikanmu atau memang dasarnya aku adalah orang yang  perhatian, aku memberikan semangat itu padamu. mendorongmu agar tetap tegar menghadapi hidup. dan kau sembuh. kau bangkit. bersamaan dengan jatuhnya rumah tanggaku

Perkawinanku runtuh.
orang tua yang akhirnya aku prioritaskan..
bagaimanapun aku sangat merindukan orang tuaku
dia yang sama sekali tidak mengindahkan perasaan ku, perasaan orang tua ku

Lalu, satu kejadian membuatku tersadar, betapa aku sama sekali tidak ia pentingkan
Dia mendapatkan reward jalan-jalan keluar negeri selama tiga hari tiga malam
tau kah kamu?
selama itu pula aku selalu menangis..
bukan karena aku cemburu atau tak mempercayainya
aku sangat mencemaskannya
selama tiga hari tiga malam itu, dia sama sekali tidak memberiku kabar
lalu salahkah bila aku murka?

Saat dia pulang pun, dia tidak menunjukkan rasa bersalahnya karena telah menyiksaku dengan kecemasan yang sangat dalam. Kau tau apa alasannya? Dia bilang pulsa mahal. Ya Allah, mendengar jawabannya aku menjawab dengan suara setengah berteriak, "seberapa mahal?biar aku yang bayar untuk menggantikan rasa cemasku.."

Setelah kejadian itu, semua berubah..
Aku mendapatkan sms di handphone nya dari seorang wanita, teman SD nya. yang memintanya untuk tidak menghubunginya karena handphonenya dipegang oleh suaminya. 
Aku pun pernah pernah menemukan sms untuk menemui janda. entah janda mana...

Salahku saat itu adalah aku dendam, dan aku pun dekat dengan seseorang yang akhirnya menyakitiku juga.
Seharusnya tidak kulakukan hal itu. Tapi taukah kau kenapa alasannya aku bisa dekat dengan orang itu?
Mantan suamiku yang saat itu masih jadi suami ku menyerahkan aku pada orang itu jaga. Suami macam apa itu? menyerahkan istrinya untuk dijaga oleh laki-laki lain?

Pertengahan Januari 2012, jatuh talak atas ku. aku memaksanya untuk menceraikan aku. Aku sudah tidak sanggup menjalani pernikahan yang sakit seperti ini. Meskipun mencoba untuk memperbaiki semuanya ternyata memang tak ada lagi yang bisa dipertahankan. Dia berjanji untuk menggugat ke pengadilan agar cepat prosesnya. Tapi baru dia lakukan setelah dia memaksa pola asuh anak ku padanya. Jika tidak, dia tidak akan mengajukan gugatan ke pengadilan. Entah aku memang terlalu naif menerima semua perilakunya.

Awal Ramadhan 2012, kita semakin dekat, karena aku ungkapkan curahan hatiku padamu. Dan saat itu kau berjanji untuk selalu ada, selalu hadir untukku.
Katamu, aku ini adalah nyawamu, yang selalu ada saat ia butuhkan. Jujur saja, aku sangat tersanjung. Aku melupakan masa laluku untuk meraih masa depan bersamamu.

Setiap hari, aku semakin jatuh dalam cintamu, sikapmu, ketegasanmu membuatku merasa bahwa kaulah orang yang tepat yang bisa menjadi imamku
kau pun selalu terbuka berbagi semua masalah yang kau hadapi
Demi masa depan kita
Kata-kata itu yang sangat kusuka saat kau yang mengatakannya
Kau bahkan telah memikirkan bagaimana kelak kita hidup, anak-anak kita, yang bahkan aku pun belum terpikir

Kini, kau mulai sibuk menyiapkan pondasi kita agar kokoh nantinya, agar tidak kesulitan..aku mendukungmu
Meski terkadang aku merasa kehilangan candamu, obrolan hangat denganmu, bahkan kau blokir jejaring sosialku saat kita bertengkar, yang mana membuatku tak bisa melihat status-statusmu yang bisa ceriakan hariku.
Meski begitu, aku tetap menjadikan mu masa depanku
Aku tak pernah mau kehilangan dirimu, maka aku akan bertahan..tak akan pernah berpaling
Aku ingin kisah ini tak pernah berakhir hingga Allah yang pisahkan kita dengan kematian

Dengan seluruh jiwa ragaku, aku mencintaimu...dan kuserahkan kusandarkan diri, masa depanku dan anak-anak kita padamu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar